20 Februari 2015

Daruma Ningyo だるま人形



Boneka Daruma lengkap dengan kedua mata

Daruma adalah sebutan untuk boneka dan juga mainan asli Jepang yang berbentuk sedikit bulat seperti bola namun memiliki muka, bagian dalamnya kosong. Model yang digunakan untuk boneka daruma adalah Bodhidharma (seorang bhiksu legendaris beragama Buddha. Menurut mitologi Shaolin, Bodhidharma dianggap sebagai pendiri mazhab Chan atau Zen agama Buddha dan aliran seni bela diri Siau Liem Sie Quanfa atau yang lebih dikenal sebagai Shaolin Kung Fu / Shorinji Kempo (bahasa Jepang) di kuil Siau Liem / Shaolin Tiongkok.), pendiri dari Zen (salah satu aliran Buddha Mahayana).


Boneka Daruma dibuat dengan bentuk tanpa kedua kaki dan kelopak mata, hal ini dikarenkan ketika Bodhidharma sedang melakukan meditasi selama di kuil Shorinji untuk mencapai pencerahan, kaki dan tangannya layu dan tidak dapat digunakan selamanya. Dia pun mencungkil kelopak matanya dikarenakan dia kesal karena sering jatuh tertidur ketika sedang bermeditasi.

Boneka ini merupakan boneka pembawa keberuntungan dan lambang dari harapan yang belum tercapai. Daruma biasanya dijual dengan kedua belah mata yang belum digambar, jadi masih berbentuk lingkaran putih. Sebaiknya mata daruma digambar sendiri, karena orang yang menginginkan harapan atau cita-citanya terkabul, mereka menggambarkan salah satu sisi dari kedua matanya dengan kuas dan tinta. Bila harapan orang tersebut tercapai,orang tersebut akan menggambarkan matanya yang satu lagi.


Daruma yang baru dibeli dengan mata yang masih kosong


Daruma dibuat dengan teknik yang di Jepang disebut hariko (rangka kayu ditempel washi/kertas dengan corak khas Jepang). Teknik yang sama seperti saat membuat maneki neko (kucing pengundang "kalo dianime mirip karakter pokemon Nyasu") atau juga untuk berbagai macam bentuk patung yang lainnya. Patung yang sudah jadi lalu dipola dan ditempelkan dengan lapisan kertas hingga menjadi bentuk yang sesuai dengan keinginan. Setelah lem yang digunakan kering, kertas yang melapisi patung dilepas dan akhirnya pola yang diinginkan pun terbentuk dengan baik. Biasanya boneka daruma dicat dengan menggunakan warna merah menyala, sesuai dengan warna pakaian yang dikenakan oleh Bodhidharma. Selain itu, warna merah dianggap memiliki kekuatan untuk menolak bala.

Sejarahnya, boneka daruma disebut okiagari koboshi. Boneka okiagari-koboshi  dasar yang bundar dan berat sehingga boneka ini kembali bisa berdiri tegak dengan bantuan beratnya sendiri setelah dimiringkan kearah manapun. Muka boneka okiagari-koboshi juga digambar mirip dengan wajah Bodhidharma dikarenakan daruma yang selalu bisa berdiri tegak, sama dengan kisah ketegaran Bodhidharma yang bermeditasi selama 9 tahun lamanya menghadap tembok di vihara Shaolin.

Daruma yang masih bermata satu, tanda upaya yang masih dilakukan

Sampai saat ini bagi masyarakat Jepang, boneka Daruma dijadikan gambaran akan sebuah kedisiplinan, kesabaran, ketetapan hati, atau penahan nafsu.

Di Jepang ada beberapa permainan yang menggunakan daruma, misalnya adalah permainan daruma otoshi dan juga darumasan ga koronda. Daruma otoshi adalah permainan yang menggunakan satu buah palu kecil, satu buah boneka daruma kecil dan beberapa kayu berbentuk seperti perut boneka daruma yang nantinya akan ditumpuk dibawah boneka daruma. cara mainnya kita memukul kayu dibawah boneka daruma tersebut, jika kita bisa memukul kayu tersebut hingga keluar dari susunan dan boneka daruma tidak jatuh/keluar dari susunan maka kita mendapatkan poin. 
Permainan Daruma Otoshi


Sedangkan permainan darumasan ga koronda merupakan permainan yang dimainkan sekelompok anak dengan seorang anak lainnya yang berjaga (bentuknya kaya lagi mainan petak umpet). Pemain yang berada di lapangan hanya boleh bergerak ketika yang berjaga mengucapkan kalimat "Daruma-san ga koronda" sambil menutup muka menghadap tembok atau pohon agar tidak bisa melihat para pemain lain yang sedang bergerak mendekatinya. Inti dari permainan ini adalah perubahan irama serta cepat atau lambatnya dalam mengucapkan kalimat ajaib Daruma-san ga koronda dan jika pemain bergerak pada saat kalimat ajaib dikatakan maka anak tersebut harus gantian jaga. Sekarang sudah banyak jenis atau cabang dari permainan darumasan ga koronda. Biasanya kan pada saat kalimat ajaib dikatakan mereka tidak boleh bergerak, ada juga yang kalimat ajaibnya diganti seperti agar para pemain berpegangan tangan, berjoget atau juga hal hallainnya. Kalau diIndonesia mungkin mirip dengan permainan anak anak jaman dahulu yang namanya kalo tidak salah "jadi patung".



Macam warna Daruma dan masing-masing maknanya







0 comments:

Posting Komentar