10 Mei 2012

Cantiknya Kimono

Di Jepang, kimono sebenarnya merupakan hasil perkembangan perubahan busana asli Jepang pada masa lalu. Di masa Edo (1600-1868) ada pembatasan terhadap pemakaian kimono yang mewah coraknya yang biasanya dihiasi dengan benang-benang emas dan motif mewah. Oleh sebab itu, para saudagar kaya kemudian menyiasatinya dengan menggunakan corak yang tidak terkena larangan sehingga muncullah berbagai gaya kimono yang terus berkembang sampai sekarang.


Kimono


Satu set kimono biasanya terdiri atas:
  1. kimono pelapis kain kimono (nagajuban)
  2. pelapis kerah kimono, obi (sejenis stagen lebar)
  3. bantalan kecil untuk punggung
  4. kaos kaki berwarna putih (tabi) yang memisahkan ibu jari kaki pas pada sandal epit yang dikenakan. 
  5. Selain itu terdapat juga perlengkapan penunjang berupa sandal jepit (zori: sandal katun/kulit yang agak rendah atau geta: sandal kayu agak tinggi yang dibuat dari kayu sederhana mirip bakiak dan merupakan sandal untuk jenis kimono yukata), haori yang bagi wanita biasa dikenakan untuk melindungi kimono agar tidak kotor atau basah, dan kipas atau tas kecil
Bagian dari Kimono
Kimono digunakan dengan membungkuskannya pada tubuh dan mengikatnya dengan obi. Seperti halnya dengan pemakaian kain panjang, mengenakan kimono dan mengikat obi bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi bagi wanita sekarang yang terbiasa memakai mode pakaian Barat.


Nagajuban

Selanjutnya, jenis kimono dapat digolongkan berdasarkan bahan, si pemakai, kesempatan pengguna dan lapisannya. Berdasarkan bahannya, kimono dapat dibuat dari bahan sutera, linen halus, atau katun. Bahan ini bisa juga dibuat dengan cara ditenun, dicelup untuk diberi warna dan motif. Berdasarkan si pemakai, dapat dibedakan kimono untuk para gadis dan kimono untuk para ibu-ibu. Para gadis cenderung menggunakan corak yang meriah, mewah dan merupakan hasil kerajinan tangan. Kimono untuk para gadis yang disebut furisode ini berlengan panjang menjuntai ke bawah. Kimono ini dikenakan dengan obi dan hiasan punggung yang indah. Adapun bentuk yang lebih sederhana dari kimono resmi yang mewah adalah homongi yang biasanya dikenakan waktu melakukan kunjungan. Ibu-ibu cenderung menggunakan corak yang lebih kalem dengan lengan yang tidak begitu panjang.

Furisode

Berdasarkan kesempatan penggunaan, kimono dapat dibedakan menjadi:
  1. Kimono pengantin (disebut shiromuku, berwarna putih mewah, dikenakan bersama dengan ikat kepala yang berwarna putih dan ditutup dengan jubah panjang uchikake, lapisan lehernya berwarna merah dan ada gambar bunga krisan atau pinus sebagai corak warna apada uchikake.
    Shiromuku
  2. Kimono untuk acara resmi (hitam dengan sedikit motif kimono pesta mewah dan meriah)
  3. Kimono untuk acara kematian (disebut mofuku, hitam dengan hiasan kecil lambang keluarga dan tanpa desain lainnya, obi dan sandal juga berwarna hitam) 
    Mofuku
  4. Kimono formal untuk ibu-ibu adalah kimono tomesode yang berwarna hitam, lengannya tidak begitu panjang, dan ada hiasan lambang keluarga. Kimono ini biasa dikenakan dengan baju dalam berwarna putih yang terlihat sedikit di sekeliling leher sehingga tampak kontras dengan warna kimononya. Obi yang dililitkan seputar pinggang dihiasi dengan benang emas atau perak. Warna benang ini biasanya disesuaikan dengan sandalnya ang berwarna emas atau perak juga. Jenis kimono formal lain untuk ibu-ibu adalah iro-tomosode yang menggunakan warna dan desain yang sedikit lebih meriah. Kimono ini dapat dipakai untuk menghadiri pesta resmi atau pertamuan resmi.
    Tomesode
Adapun berdasarkan lapisannya, kimono terdiri atas tiga jenis yaitu:
  1. Hitoe (kimono yang tanpa lapisan, biasanya untuk pemakaian sehari-hari bulan Juni-September) 
    Hitoe
  2. Yukata (kimono berupa jubah dari katun ringan tanpa lapisan dengan corak bunga kecil-kecil, merupakan kimono santai untuk musim panas dan biasa pula dikenakan pada festival musim panas. Yukata denga bahan sutera atau linen halus dapat dipakai untuk kesempatan formal atau jalan-jalan)
    Yukata
  3. Kimono berlapis sutera, wool, atau bahan sintesis yang merupakan kimono untuk musim dingin dan biasanya pemakaiannya masih ditambah dengan mantel tanzen.

Kimono

Adapun wanita Jepang dalam berkimono juga harus mengikuti berbagai aturan. Lengan dan kaki pemakai  kimono jangan sampai terlihat. Gerakan tangan sewaktu makan juga harus hati-hati agar lengan kimono tidak mengenai makanan yang dihidangkan. Di atas tikar tatami, pemakai  kimono duduk bertumpu pada kedua kakinya yang dilipat. Di atas kursi, pemakai kimono harus menjaga posisi duduk tegak lurus dan tidak bersandar menopangkan berat tubuhnya ke punggung karena itu akan merusak tatanan aksesoris, pita atau obi di badan bagian belakang.

Sumber: Majalah Ajisai Edisi April 2002, Tahun Pertama

Bagi yang berminat pada dunia ke-Jepangan, I' Mc Center Surabaya menyediakan persewaan yukata dengan pilihan warna-warna yukata yang menarik. Yukata yang disewakan adalah yukata asli buatan Jepang. I'Mc Center juga menyediakan yukata untuk wanita, pria dan anak-anak. Untuk keperluan penyewaan yukata bisa langsung menghubungi Head Office I'Mc Center: Lotus Regency F7. Jl. Ketintang Baru Selatan IA. Surabaya/ Telp. (031)8299052

Mari belajar Bahasa Jepang di Surabaya
bersama I'Mc Center Surabaya!!! \(^0^)/

5 komentar:

  1. Kireina :D

    Salam kenal, baru menemukan blog ini.
    Izin mengikuti ya...

    Arigatou :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konnichiwa.. ^^
      Salam kenal kembali, terimakasih telah bersedia bergabung dengan Blog I'Mc Center Surabaya.
      Kami akan berusaha menampilkan postingan seputar Jepang yang semoga bermanfaat untuk pembaca,,

      Yoroshiku onegaishimasu, Arr Rian-san ^^

      Hapus
  2. Konnichiwa..
    Salam kenal ^^
    I'Mc center hanya terima untuk sewa yukata aja ya? klo kimono?
    oia,punya info tidak untuk dimana saya bisa beli/buat kimono?
    Arigatou gozaimasu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konnichiwa..
      SAlam Kenal Cecilia-san.. :)

      iyaa di I'Mc Center hanya menyediakan penyewaan Yukata saja..
      Kalau untuk mau pesan, coba hubungi Ajeng di alamat FB berikut ini yaa:
      https://www.facebook.com/ajengpong?fref=ts

      Arigatou gozaimasu~

      Hapus

 
$("#zoom_07").elevateZoom({ zoomType : "lens", lensShape : "round", lensSize : 200 });